confort zone (zona nyaman)

ungkapan BISA karena BIASA dan BIASA karena PEMBIASAAN adalah memang benar adanya. Pekerjaan apapun atau kegiatan apapun pada awalnya adalah sulit, namun jika yang sulit itu dipelajari, maka hal yang sulit akan menjadi mudah atau kita BISA melakukannya. waktu belajar yang digunakan untuk seseorang ke tingkat BISA antara satu orang dengan orang yang lain tentunya berbeda, ada yang cepat tapi juga ada yang lambat.
BISA karena kita melakukan belajar berulang-ulang, menjadikan belajar menjadi habbit baru kita, menjadikan belajar bagian dari hidup kita, dan untuk bisa berarti jadikan belajar sebagai BIASA (kebiasaan bagi kita). Memang bukanlah hal yang mudah atau memang bukan pekerjaan yang gampang membuat suatu hal yang baru menjadi biasa, perlu proses. BIASA bisa dilakukan oleh semua orang asal orang itu mau.
pemaksaan kebiasaan atau yang dikenal dengan PEMBIASAAN adalah tahap paling sulit untuk dilakukan, namun bisa. Kalo kita paksa diri kita untuk melakukan sesuatu kegiatan atau pekerjaan insya Allah kita bisa melakukannya. Butuh satu tekad, komitmen yang tinggi untuk memaksa diri sendiri atau memotifasi diri sendiri.
Read More »

bisa karena biasa

menyambung tulisan sebelumnya bahwa bila kita ingin menciptakan habbit yang baru khususnya habbit yang positif langkah yang harus ditempuh adalah kita harus bisa.  sebetulnya hal seperti ini telah dicontohkan oleh orang tua kita, seperti “nak, kalo makan pake tangan kanan ya !” atau “nak, masuk masjid pake kaki kanan ya !” or “nak, masuk toilet pake kaki kiri ya !”.  Pada kenyataanya hal tersebut bisa kita lakukan, karena sejak kecil kita melakukannya. apabila hal tersebut sudah terpatri dalam ingatan kita dan kita biasa melakukan hal tersebut di atas, pada akhirnya nanti apapun kegiatan yang kita lakukan akan sampai pada wilayah yang nyaman untuk kita lakukan hingga suatu saat nanti kita tidak melakukan hal yang biasa kita lakukan “tubuh sepertinya menolak or berkata TIDAK “.

sebagai contoh, bila kita biasa makan menggunakan tangan kanan, dan sudah menjadi biasa makan itu menggunakan tangan kanan, maka suatu saat kita makan menggunakan tangan kiri, yang kita rasakan adalah kita tidak merasa nyaman, lebih ekstrem lagi tubuh seperti menolak dengan hal yang bukan menjadi kebiasaan kita.

Read More »

Kurangi Berat, Selamatkan Ginjal

Mengurangi beberapa kilogram bobot tubuh lewat diet, olahraga, ataupun operasi ternyata bisa membantu menunda proses penurunan fungsi ginjal pada pasien penyakit ginjal.

Sebagaimana diketahui, kegemukan atau obesitas sangat terkait dengan risiko terkena diabetes. Kadar gula darah tinggi terus-menerus akan merusak jaringan tubuh dan menimbulkan pelbagai komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, atau gagal ginjal.

Ginjal yang dilalui sekitar 78 liter darah per jam berfungsi menyaring darah dari sisa metabolisme tubuh, mengendalikan keseimbangan basa tubuh, mengendalikan tekanan darah, dan lain sebagainya. Jika darah terganggu maka fungsi-fungsi vital tersebut ikut terganggu pula.

Untuk melihat bagaimana penurunan berat badan bisa melindungi ginjal, Dr Sankar Navaneethan dari Ohio Cleveland Clinic dan timnya melakukan pengumpulan data dari 13 penelitian yang menguji dampak fungsi ginjal akibat penurunan berat badan.

Read More »

jantung

Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu “pengatur irama”. Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak didalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya di teruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek – kira-kira 0,4 detik – yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.

Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera